Bantuan:Isi
Dari Yayasan LKiS
[sunting] Sebuah Catatan Kecil
Perempuan dalam Gerakan Membaca dan Menulis di FLP I. R. Wulandari
Dalam kurun waktu 11 tahun sejak berdirinya pada tahun 1997, Forum Lingkar Pena (FLP) telah menjadi sebuah organisasi penulis yang besar. Besar dalam artian jumlah eksponen dan juga besar dalam artian nama. Berawal dari diskusi tentang minat membaca dan menulis di kalangan remaja sampai pada perbincangan kenyataan mendesaknya kebutuhan masyarakat akan bacaan yang bermutu. Lahirnya FLP seperti menjadi tonggak berkembangnya gaung minat membaca dan menulis. Banyak pihak yang menyebut kemunculan FLP sebagai suatu hal yang fenomenal, dimana sebuah organisasi penulis yang mendasarkan kegiatannya pada kegiatan dakwah Islam telah menjadi suatu euforia dari kerinduan masyarakat akan sentuhan Islam dalam karyanya.
Helvy Tiana Rossa dalam Segenggam Gumam memaparkan pesatnya pertumbuhan dan perkembangan FLP. Mulai dari anggota tidak lebih dari 30 orang, sampai kemudian terbantu kepengurusan pusat, kepengurusan wilayah (tingkat propinsi), kepengurusan cabang (tingkat kota/kabupaten, dan kepengurusan ranting (sebutan untuk kepengurusan di tingkat sekolah, pesantren, atau universitas). Hampir setiap pekan terdapat aktivitas yang dilakukan oleh masing-masing tingkat kepengurusan, sebagai pembinaan anggota untuk masing-masing tingkat dan sebagai forum terbuka yang dapat diikuti oleh masyarakat umum.
Penerbitan buku-buku Islami yang mendapatkan tiras besar serta minat masyarakat terhadap karya-karya FLP menjadi faktor pendukung yang sangat mempengaruhi perkembangan FLP. Tema-tema yang diangkat dari kehidupan sosial dan keseharian yang dekat dengan pembaca menjadi daya tarik yang menentukan. Pada waktu berikutnya, ’kebosanan’ pembaca terhadap tema karya FLP juga yang patut menjadi perhatian dan otokritik bagi FLP dalam pengembangan visi dan organisasinya.
[sunting] Gerakan Membaca dan Menulis
Membincangkan FLP sebagai sebuah gerakan membaca dan menulis tentu tidak lepas dari bagaimana FLP melakukan berbagai kegiatannya. Visi FLP untuk Membangun Indonesia Cinta Membaca dan Menulis menjadi satu arahan yang menginspirasi berbagai macam kegiatan yang diselenggarakan untuk mewujudkannya. FLP secara rutin mengadakan diskusi tentang masalah kepenulisan dan situasi kontemporer, mengadakan klub membaca, aktif mengirimkan tulisan ke media, mengadakan sayembara menulis, pelaksanaan program Rumah Cahaya (Rumah baCA dan Hasilkan karYA), serta memmfasilitasi anggotanya untuk menerbitkan buku.
[sunting] Perempuan di FLP
Peran perempuan dalam aktivitas di FLP sangat penting, dimana sebagian besar eksponen dari FLP adalah perempuan. Hal ini tidak dipandang sebagai hitungan kuantitas saja, tetapi juga pada kontribusi. Pada dasarnya di FLP siapa saja terbuka dan mempunyai kesempatan yang sama untuk dapat berperan aktif dan berkontribusi secara optimal sesuai dengan karakteristik masing-masing terhadap perkembangan dan kemajuan FLP sendiri. Demikian pula dengan kiprah yang lebih luas dalam menyapa publik, seperti menerbitkan tulisan dan mengirim ke media, semuanya berjalan alami, tidak ada pengkhususan antara laki-laki atau perempuan, karena dalam hal ini yang menjadi penentu adalah kemampuan dan kapabilitas dari pribadi masing-masing. Banyaknya jumlah eksponen perempuan memang tidak kemudian menjadi dapat diabaikan dalam kajian. Salah satu fenomena dimana perempuan banyak menjadi subyek dalam tulisan atau sebagai penikmat dari karya dan kegiatan FLP. Besarnya kiprah perempuan dalam perkembangan FLP tidak bisa dilepaskan dari kesepakatan egaliterian yang secara tidak tertulis maupun verbal menjadi keseharian yang telah dilakukan dalam pelaksanaan organisasinya. Pekerjaan-pekerjaan teknis dalam kegiatan di FLP tidak membuat kotak-kotak sebagai pekerjaan dengan indetifikasi laki-laki atau perempuan. Demikian juga dengan akses fasilitas dan kesempatan tampil.
Sagan, 14/06/08
